
Tiga bulan lalu, kira kira pertengahan Februari 2009, seorang teman meminjamkanku sebuah buku, yang ditulis sesuai kisah nyata penulisnya. Aku memang suka sekali membaca, tetapi bukan itu alasan aq membaca buku itu tanpa ’jeda’ lalu kemudian membeli buku yang sama untuk kumiliki sendiri. Alasan satu satunya adalah karena buku itu benar benar menggetarkan hatiku.
Judul buku itu ”DIARY OF LOSS” yang ditulis oleh seorang ”INNA HUDAYA”. Setiap adegan dalam buku ini sama persis dengan apa yang dialami oleh Mbak Inna (begitu aku memanggilnya), tak ada yang ditambahi atau dikurangi hanya untuk menambah ”greget” (karena tanpa tambahan pun cerita ini –aku yakin- sudah mampu membuat hati pembacanya berdesir).
Aku rasa kalian pun harus membaca bukunya, jika hati kalian tidak berdesir, boleh protes padaku melalui blog ini.
JUDUL BUKU : DIARY OF LOSS
PENULIS : INNA HUDAYA
Satu hal lagi yang membuatku begitu mengagumi sosok Mbak Inna, karena dia berhasil menantang kejinya kehidupan, dan terbukti, dia menang.
Apa yang ditulis sama Mbak Inna, membuatku sadar kalau aku gag sendirian. Apa yang dialami sama Mbak Inna jauh lebih berat dari yang aku alami, tapi justru aku yang lebih dulu dan lebih dalam terpuruk meratapi nasibku dan menyesali perjalanan hidupku yang pernah terjebak dalam lembah hitam. Sejak membaca buku itu, aku jadi punya semangat untuk melangkah, menatap masa depanku (yang aku yakin akan indah –keyakinan ini aku dapat dari SARTIKA NASMAR, salah satu rekan Mbak Inna di SAMSARA INDONESIA, yang sekarang jadi sahabatku –aku harap dia pun berfikir seperti itu-).
Bagaimana aku mengenal mereka, dan mengapa aku berharap mengenal mereka ?
Di sampul belakang buku itu, ada sedikit info tentang penulis (Mbak Inna), lengkap dengan blog SAMSARA (samsaraindonesia@hotmail.com), tanpa pikir panjang aku langsung mencari blog itu, dan (mungkin memang sudah jalan Tuhan) aku menemukan di mana aku bisa menghubungi Mbak Inna. Dari situ segalanya dimulai. Aku bisa mengenal Tika (Sartika Nasmar), dan selalu mendapat dukungan dari dia, juga Mbak Inna. (Ada yang lupa, ”Makasi ya Mbak Inna, uda mo relain pulsanya buat nelfon aq kapan hari itu” ^O^)
Tentang mengapa aku berharap mengenal mereka, salah satu alasannya adalah karena aku ingin belajar bagaimana caranya menang melawan kehidupan yang memberiku 1000 alasan untuk menangis, sehingga aku bisa memberinya berjuta alasan untuk tersenyum (kata kata ini aku dapat di Facebook, ditulis oleh seorang teman yang ’maaf’ aku lupa namanya). Alasan yang lain, biar Bapa di Surga, Tuhan Yesus, Bunda Maria, aku, Mbak Inna, dan Tika yang tau. Karna apa yang kalian ketahui, sudah cukup ’porsinya’. ^_^


“Inna Hudaya”
“Sartika Nasmar”
Aniway, aku membagi ini semua kepada kalian, karna aku ingin kalian yang (mungkin) saat ini sedang terpuruk dan bersedih karena hal buruk yang kalian alami, atau beban hidup kalian terlalu berat, atau mungkin justru kalian mengalami hal yang sama, ”melakukan aborsi” (terutama para perempuan), tetap tegar dan tegak berdiri menantang kehidupan yang (sekali lagi mungkin – karena ini hanya asumsi ’seperti yang selalu dikatakan seorang teman yang begitu baik padaku’) akan lebih keji lagi jika kalian tidak segera membuat benteng pertahanan.
Satu hal lagi, aborsi bukan sesuatu hal yang sepele, yang setelah kalian melakukannya, kalian bisa segera melupakannya. Jadi (untuk yang belum pernah melakukannya) jangan pernah berharap merasakannya. (Aku yakin Mbak Inna setuju dengan kata kataku ini)
Dan buat kalian yang masih setia dengan ’free sex’ atau ’sex pra nikah’, aku sangat berharap kalian berhenti melakukannya (terutama para perempuan), karna tanpa kalian sadari, kalian hanya jadi obyek pemuas nafsu laki-laki. Jika sudah begitu, sadarilah bahwa kalian jauh lebih rendah dari ’ayam ayam’ atau bahasa kasarnya (maaf) ’pelacur’, karena aku yakin kalian tidak dibayar untuk melakukan itu.
Benar atau benar ?
Berhentilah sebelum kalian menyesal………………………………………………
Karna kalian tak akan tau apa yang akan terjadi nanti (yang entah kapan)…….
Jesus Bless You All ^O^
By : AnNa (NaPeach Luph)
1 tanggapan kepada “…Spirit Of My Life…”
Inna Hudaya
Juli 15th, 2009 pada 17:46
Thank you anna
btw aku gak sekuat itu, im just an ordinary women yang mencoba untuk survive.
my best wishes for you. never give up !