Disini juga sepi…Makin sedikit rekan 1 angkatan yang masih tampak di kampus…Hanya sesekali, belum tentu seminggu sekaliDiri ini bersua dengan rekan2 yang kan slalu ada di hati

(sok puitis + mdramatisir keadaan. Hi3x)

Jakarta kota metropolitan

Jakarta kota harapan

Jakarta kota keramaian

Jakarta minim kedamaian

(ga b’maksud ngejelekin….)

B, dah pnah denger buku “The Secret”? ato DVD-nya?

Aq denger dari C. Aq juga sempet bc sekilas. Bukunya bagus, terlebih buat self insight, self awareness, self encouragement…

Dari ceritamu, sepertinya kamu bimbang, merasa ga yakin, ada rasa takut dengan apa yang terjadi dan apa yang kamu jalani sekarang

Tapi B, tepikan dulu semua itu…

Mungkin ini egois, tetapi percayalah, egois itu kadang2 perlu, asal tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan.

(kamu pasti trus berpikir, gimana batasan biar ga berlebihan n g jadi kebiasaan)

Jawabannya gampang, TUHAN

Jangan menyerah meski kamu dah merasa berdoa, berusaha dengan apa yang kamu miliki. “semua akan tiba pada waktunya dan indah adanya”

Tanamkan ini pada diri kamu. Menanamkan hal yang baru memang susah, apalagi kalo hal itu menurut kita ga (belum) sesuai dengan apa yang ada pada diri kita. Tapi, semua itu pasti ada titik awalnya, jika kita ga pernah mencoba, ga pernah berusaha berubah, ga pernah memindah pijakan kaki kita sekarang maka kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan itu semua tadi. Kita ga bakal tahu apakah pijakan di tempat yang lain akan membuat kita lebih stabil berdiri. Apakah setelah mencoba dan menjalani kebiasaan dan hal yang baru dalam perjalanan hidup kita, kita akan menjadi manusia yang lebih baik, baik buat diri kita sendiri, buat keluarga, buat orang lain, terlebih lagi baik buat TUHAN.

Aq ada disini….

Dan akan selalu ada disini….

Kecuali jika aq mati….

Aq akan (tetap) mengawasi meski hanya di dalam hati…

Tentang cinta dan pasangan hidup :

Aq nanya dulu, gimana pandangan kamu tentang hal ini

Apakah kamu buru2? Atau diburu2 oleh kluarga? (trus kamu jadi beban?)

Atau kamu nyantai, easy going? (klo ga tertarik sama kamu ya udah, gitu aja kok repot)

(lelaki tidak bisa hidup tanpa wanita karena tanpa wanita lelaki tidak memiliki arti)

(women: can’t live with them, can’t live without them)

Mungkin kamu merasa sudah cukup umur, merasa siap untuk menjalani keseriusan dalam berhubungan. Tapi semua hal di dunia ada yang mengatur, iya toh? Kita, manusia, bisa berdoa+berusaha, selebihnya TUHAN yang kuasa.

Jika kamu percaya nasib, selayaknya kita berusaha untuk nasib kita.

Bila yang terjadi belum seperti yang kita inginkan apakah trus berarti kita dicuekin? Apa trus doa kita ga didengerin? Apa ga da sama sekali hal yang kita inginkan dikasi sama DIA?

(jawabannya pasti ga, ya kan?)

Kamu sudah bersyukur karna bisa sekolah lagi

Kamu sudah bersyukur karna masih bisa telpon sama bos dan mama

Kamu sudah bersyukur karna dah dapet kerja dan digaji dengan layak

Kamu sudah bersyukur ada temen2 kos dan kantor yang bisa bikin kamu tertawa

Kamu sudah bersyukur karna aq dah bales imel kamu

He3x

Pertahankan lah sikap2 ini….

Kurangi sikap2 yang bisa ngerugiin kamu

(bukan berarti ga boleh marah, ga boleh sedih tetapi cukupkan lah waktu untuk marah dan sedih itu, bangkitkan semangatmu untuk bangkit lagi, positif think…)

Yang kemaren ya sudah, itu kemaren (there nothing we can do to change it, but we still can change the future)

Hari ini adalah yang kamu jalani, dengan senyum, dengan positif think, denga IKHLAS….

Fokuskan diri pada 1 tjuan dlu. Dalam hal ini aq sarankan diri sendiri dan keluarga. Kamu dengan S2, kamu dengan pekerjaan, kamu dengan komunikasi dgn bos+mama, jagalah semua itu. Jika ada yang kurang berkenan, komunikasikan. Terlebih masalah cinta dan pasangan hidup yang sepertinya banyak kamu bahsa di imel kamu. Jika kamu lum pengen ya bilang lum pengen. Jika kamu ingin menangis, menangis lah. Jika kamu ingin membenci, benci lah (karna manusia punya hak untuk itu; yang membedakan adalah bagaimana kita memaafkan)

Tentang semua pria yang pernah “berinteraksi” dengan kamu, apa yang ada di benakmu tentang mereka ya itulah mereka. Jika kamu memilih untuk membenci ya benci lah jadinya. Jika kamu memilih diam+mengalah ya dia jadi milik ce lain. Jika kamu memilih untuk diam+menunggu ya tunggu lah (dengan IKHLAS).

Pasangan hidup adalah hal yang bener serius, maka pikirkanlah dengan serius pula. Klo lum sreg ya jangan, tapi klo masih mabuk ya jangan terburu-buru mengambil keputusan. Inget bahwa kamu itu CEWEK, yang didominansi oleh perasaan. Bukan COWOK yang didominansi rasio.

Intinya…..

“u are what u think”

Maka dari itu “be positif”

Kamu dapet cerita kaya gni dari co yang dah pnah bikin ce sakit hati, bikin nangis. Tolong direnungkan ya…

masih inget ga ma yg aq bilang waktu anter kamu bimb k bang hans?

“as a friend i can be a place to hold on, but as a boy(friend) i yet can be a friend”

Keep smile…. J

Aku rasa tak perlu aku mengatakan padanya bahwa ‘surat’ inilah yang pada akhirnya buat ‘kemarahan’ ku berkurang.. Biarlah dia mengira sesuai yang dia pikirkan, alasan pada akhirnya aku memutuskan untuk ‘mengalah’ dan tak lagi marah..

-22 Maret 2010-

Tersinggung gag sih kalo orang yang kamu sayang justru ‘menilai’ kekuranganmu ?

Sakiiiiiiiiiiittttt hatiiiiiiiiiii bangettttt…

Walau kuakui, aku menyadari dengan sangat bahwa yang dia katakan memang benar.. (TAPI KAN GAG PERLU DIOMONGIN ????)

Fiuft…. Begitulah……

Malam itu aku jadi gag bisa tidur.. nangis bombai karna gondok banget setelah dia memintaku mengurangi sikap-sikap yang (KATA DIA) à M.A.N.J.A. dan L.E.B.A.Y

-sebenernya gag tega ngomongnya :’( -

`Self Defence` :

  1. Emang salah ya kalo sekali waktu aku pengen terus menerus dimanjain ?
  2. Emang salah ya kalo aku kangen sama dia, gag ilang-ilang (karna gag terlampiaskan :P gara-gara jauh) dan aku terus-terusan bilang itu ke dia ?

Aku gag mungkir kalo memang aku seperti itu.. I’m too spoiled, I’m Exsessive, I was to far..

Aku tau itu, aku sadar..

Mungkin yang dia rasa keterlaluan adalah aku dengan keluhan-keluhan tentang diriku sendiri..

Dari pekerjaan (dulu), sekarang berubah jadi penampilan (berat badan, jerawat, blablabla)..

(TAPI SEKALI LAGI, KAN GAG PERLU DIOMONGIN ??) :P

Tentu aja aku protes karena selama ini merasa sudah cukup keras berusaha menjadi aku yang ‘berbeda’..

Dan karena alasan satu-satunya aku begitu adalah “BIAR DIPERHATIIN”

-Derita orang yang punya pacar tapi jao, kurang perhatian-

Hahahaha, nah, kalau sekarang aku mau dengan ikhlas mengakui “Lagi LEBAY” :P

‘protes’ nya malam itu benar-benar membuat pengorbananku selama hampir setahun ini gag ada artinya..

Kejengkelanku belum hilang sampai aku secara tak sengaja membaca kotak keluar di emailnya.. (sebenarnya sengaja, -kebiasaan terburukku yang kesekian, kalau sedang marah, justru cari-cari lagi hal lain yang kemungkinan bisa membuatku tambah marah- siapa tau ada pesan-pesan atau apalah itu namanya yang ‘nyerempet2’ bahaya.. hahahaha, kartun ya :P )

Yah, begitulah, karna membaca email dia untuk salah seorang sahabatnya itulah aku sadar, bahwa yang aku pikirkan tentangnya sama sekali salah.

Awalnya aku berfikir dia hanya bisa berbicara, dia hanya suka ‘mengatur’ ku, itu saja..

Dan sempat aku berfikir untuk mengikhlaskan jika pada akhirnya, masalah ini yang mengakhiri hubunganku dengannya.. (Karena bahkan aku sempat mempersilahkan dia mencari orang lain yang menurutnya terbaik, yang jelas orang itu bukan aku, karna jelas-jelas aku bahkan tak bisa jadi ‘yang baik’ untuknya)

Tapi sekarang aku tau, dia bisa mengatakannya, dia bisa mengajariku, Karna dia pernah menerapkan semua itu pada dirinya sendiri..

Dia pun selalu mengatakan padaku, sama seperti yang dia katakan pada sahabatnya :

Menanamkan hal yang baru memang susah, apalagi kalo hal itu menurut kita ga (belum) sesuai dengan apa yang ada pada diri kita. Tapi, semua itu pasti ada titik awalnya, jika kita ga pernah mencoba, ga pernah berusaha berubah, ga pernah memindah pijakan kaki kita sekarang maka kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan itu semua tadi. Kita ga bakal tahu apakah pijakan di tempat yang lain akan membuat kita lebih stabil berdiri. Apakah setelah mencoba dan menjalani kebiasaan dan hal yang baru dalam perjalanan hidup kita, kita akan menjadi manusia yang lebih baik, baik buat diri kita sendiri, buat keluarga, buat orang lain, terlebih lagi baik buat TUHAN.

Walau dengan kalimat yang berbeda, dengan cara yang lebih keras (mungkin hanya padaku karna merasa susah sekali dia tanamkan itu.. :P ) tapi isinya selalu sama..

Gimana bisa maju kalo selalu takut nyoba hal yang baru ?? à Ini salah satunya, tentu saja dengan intonasi yang agak tinggi dan ‘keras’..

Huft….. Perjuangan panjang –beradaptasi dengan seseorang yang aku harapkan jadi teman hidupku selamanya-

Tapi, aku tetap bersyukur karena selalu saja ada alasan untuk aku mempertahankannya..

Dia ingin membenahi apa-apa yang ‘berantakan’ dalam diriku, dia hanya ingin aku menjadi orang yang lebih baik.. Itu saja.. Dan aku rasa itu baik untukku..

Dan seperti yang sudah aku katakan padanya,

Semoga aku bisa ngerubah yang buruk jadi baik, bisa terus belajar dengan ikhlas, dan bisa jadi seperti apa yang dia pengen.. ^^